Rabu, 16 Mei 2012

Untukmu Wahai Yang Tersayang (season galau)
oleh Bibi Jamu pada 2 Januari 2012 pukul 0:03 ·

Perlu kau tahu wahai orang yang aku sayang...

Sudah 3 orang wanita yang menggores hati ini hingga menjadi borok,,,

Semua dalam latar cerita yang berbeda…
Wanita yang pertama berkhianat, disaat aku sudah begitu percaya dan begitu tulus, ia mencari alasan untuk putus denganku, ia bahkan bersumpah bahwa ia tak selingkuh, dan telah putus lama dengan mantannya, tapi pada fakta dan buktinya, setelah kami putus, ia begitu cepat menggantiku, dengan si A, si B, si C, dan si ABCD yang lain, dua tahun long distance relationship yang sia-sia, aku menjaga disini, ia disana tak tahu apa dilaku, panggilan sayang itu masih terngiang ditelingaku, “Sipit”, namun sekarang begitu sakit untuk diingat, apa perlu aku menggunting kelopak mata ini, mengoperasi supaya mata ini tak lagi sipit…???
Wanita yang kedua menolakku, disaat hati ini benar-benar membara, terbakar habis, hingga aku pun bingung dengan diriku sendiri, bahwa aku tak pernah merasakan perasaan dahsyat itu terhadap wanita lain selain dia, disaat aku terus memimpi, menghayal, bahkan masa depanku yang akan datang bersamanya, disaat rasa itu terus menggebu minta direalisasikan, di hari yang bahkan aku tak menyangka aku bisa menembak seorang wanita sedemikian dalam hidupku, namun apa yang terjadi, ia menolakku, dan menganggapku sahabat biasa yang special saja, tak lebih, dan dikemudian hari iya bersamanya, sahabatku, ah sudahlah, persetan dengan CINTA, waktu itu aku berpikir ini kedua kalinya, apa aku terlalu BOCIL ingusan yang masih 15 tahun, tak dewasa, atau terlalu muda untuk mengenal cinta,,,??? Ah sudahlah, lupakan, toh ia sudah bahagia dengannya, sahabatku, yah dengan segala kebohongan dan kemunafikanku aku mencoba untuk tegar dimatanya, dan yang paling menyakitkan saat terjadi percakapan ini, “Ya sudah, kayaknya kamu emank cocok jadi adekku aja,”, “Adek,,,??? Kebalik ki, harusnya aku yang jadi kakak, kan aku lebih tua dari kamu…???” (Aku jadi mikir, orang yang muda emank gak bisa jadi “kakak” yaa dari yang tua…???)
Wanita yang ketiga adalah orang yang selalu berburuk-sangka terhadapku, ia selalu berkeluh-kesah, aku tak tau diuntung, aku tak tau terimakasih, aku tak tau balas budi, balas ini itu, kurang ajar, selalu berprasangka hal-hal buruk yang tidak aku lakukan, parahnya ia memaksa aku untuk mengakui hal-hal buruk itu,,,,,,,,,,,,, aku berpikir dan bertanya, apa tak ada secuil dihatimu prasangka yang baik padaku,,,??? sehingga keluh-kesahmu tak pernah jauh dari kata suudzon, dan kau begitu bangga akan sifat itu, dengan dalih mencintaiku, tapi bagiku itu menyakitkan, bahkan terus menyayat-nyayat, dan menggores luka yang engkau tinggalkan manakala keluh-kesah itu terdengar olehku, dan bahkan aku tak lupa akan itu, tak akan pernah lupa, karna ingatanku tak seperti yang engkau kira, “Pikun”…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lalu kau datang wahai yang tersayang, meski aku yakin kau bukan seperti wanita yang pertama yang mampu berkhianat, meski kau bukan wanita yang kedua yang membuat hatiku begitu terbakar sama seperti kala itu, tapi api itu ada, yah kau telah menanamkan api itu untukku, yang tak tahu kapankah saatnya akan membara dan terbakar dengan hebatnya, dan kau juga bukan wanita yang ketiga, karna aku tahu, kau tahu bahwa aku bukan seperti yang tak kau tahu, karna kau mengetahuinya,,, tapi wahai orang yang tersayang, aku malah merasa aku bukan orang yang cocok untukmu, yah, aku bukan seperti kebanyakan orang yang lain, aku tak ingin pacaran, tak ada kata “pacar”, “pacaran” lagi dalam kamusku, tapi jika kau meminta aku untuk mengakui bahwa kau wanita yang spesial dihatiku diantara orang-orang spesial lainnya yang menghuni hati ini, yah aku akui,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, tapi jika kau meminta bahwa aku harus mengakui sebuah status,,, “pacar” untukmu dan menurutmu, yah aku akui, aku tak bisa mengakuinya, dengan kesadaran 100% aku akui ini, kau pun telah tau mengapa aku tak mau, yah, aku mungkin malah menyiksamu dengan hubungan yang seumur jagung ini, tapi yah sudahlah, lupakan saja aku jika memang aku tak layak, mungkin memang belum saatnya kita saling mengenal ini semua...
Maafkan aku, untuk orang yang tersayang…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar