Untukmu Wahai Yang Tersayang (season galau)
oleh Bibi Jamu pada 2 Januari 2012 pukul 0:03 ·
Perlu kau tahu wahai
orang yang aku sayang...
Sudah 3 orang wanita
yang menggores hati ini hingga menjadi borok,,,
Semua dalam latar cerita
yang berbeda…
Wanita
yang pertama berkhianat, disaat aku sudah begitu percaya dan begitu
tulus, ia mencari alasan untuk putus denganku, ia bahkan bersumpah
bahwa ia tak selingkuh, dan telah putus lama dengan mantannya, tapi
pada fakta dan buktinya, setelah kami putus, ia begitu cepat
menggantiku, dengan si A, si B, si C, dan si ABCD yang lain, dua
tahun long distance relationship yang sia-sia, aku menjaga disini, ia
disana tak tahu apa dilaku, panggilan sayang itu masih terngiang
ditelingaku, “Sipit”, namun sekarang begitu sakit untuk diingat,
apa perlu aku menggunting kelopak mata ini, mengoperasi supaya mata
ini tak lagi sipit…???
Wanita
yang kedua menolakku, disaat hati ini benar-benar membara, terbakar
habis, hingga aku pun bingung dengan diriku sendiri, bahwa aku tak
pernah merasakan perasaan dahsyat itu terhadap wanita lain selain
dia, disaat aku terus memimpi, menghayal, bahkan masa depanku yang
akan datang bersamanya, disaat rasa itu terus menggebu minta
direalisasikan, di hari yang bahkan aku tak menyangka aku bisa
menembak seorang wanita sedemikian dalam hidupku, namun apa yang
terjadi, ia menolakku, dan menganggapku sahabat biasa yang special
saja, tak lebih, dan dikemudian hari iya bersamanya, sahabatku, ah
sudahlah, persetan dengan CINTA, waktu itu aku berpikir ini kedua
kalinya, apa aku terlalu BOCIL ingusan yang masih 15 tahun, tak
dewasa, atau terlalu muda untuk mengenal cinta,,,??? Ah sudahlah,
lupakan, toh ia sudah bahagia dengannya, sahabatku, yah dengan
segala kebohongan dan kemunafikanku aku mencoba untuk tegar
dimatanya, dan yang paling menyakitkan saat terjadi percakapan ini,
“Ya sudah, kayaknya kamu emank cocok jadi adekku aja,”,
“Adek,,,??? Kebalik ki, harusnya aku yang jadi kakak, kan aku lebih
tua dari kamu…???” (Aku jadi mikir, orang yang muda emank gak
bisa jadi “kakak” yaa dari yang tua…???)
Wanita
yang ketiga adalah orang yang selalu berburuk-sangka terhadapku, ia
selalu berkeluh-kesah, aku tak tau diuntung, aku tak tau terimakasih,
aku tak tau balas budi, balas ini itu, kurang ajar, selalu
berprasangka hal-hal buruk yang tidak aku lakukan, parahnya ia
memaksa aku untuk mengakui hal-hal buruk itu,,,,,,,,,,,,, aku
berpikir dan bertanya, apa tak ada secuil dihatimu prasangka yang
baik padaku,,,??? sehingga keluh-kesahmu tak pernah jauh dari kata
suudzon, dan kau begitu bangga akan sifat itu, dengan dalih
mencintaiku, tapi bagiku itu menyakitkan, bahkan terus
menyayat-nyayat, dan menggores luka yang engkau tinggalkan manakala
keluh-kesah itu terdengar olehku, dan bahkan aku tak lupa akan itu,
tak akan pernah lupa, karna ingatanku tak seperti yang engkau kira,
“Pikun”…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lalu
kau datang wahai yang tersayang, meski aku yakin kau bukan seperti
wanita yang pertama yang mampu berkhianat, meski kau bukan wanita
yang kedua yang membuat hatiku begitu terbakar sama seperti kala itu,
tapi api itu ada, yah kau telah menanamkan api itu untukku, yang tak
tahu kapankah saatnya akan membara dan terbakar dengan hebatnya, dan
kau juga bukan wanita yang ketiga, karna aku tahu, kau tahu bahwa aku
bukan seperti yang tak kau tahu, karna kau mengetahuinya,,, tapi
wahai orang yang tersayang, aku malah merasa aku bukan orang yang
cocok untukmu, yah, aku bukan seperti kebanyakan orang yang lain, aku
tak ingin pacaran, tak ada kata “pacar”, “pacaran” lagi dalam
kamusku, tapi jika kau meminta aku untuk mengakui bahwa kau wanita
yang spesial dihatiku diantara orang-orang spesial lainnya yang
menghuni hati ini, yah aku akui,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
tapi jika kau meminta bahwa aku harus mengakui sebuah status,,,
“pacar” untukmu dan menurutmu, yah aku akui, aku tak bisa
mengakuinya, dengan kesadaran 100% aku akui ini, kau pun telah tau
mengapa aku tak mau, yah, aku mungkin malah menyiksamu dengan
hubungan yang seumur jagung ini, tapi yah sudahlah, lupakan saja aku
jika memang aku tak layak, mungkin memang belum saatnya kita saling
mengenal ini semua...
Maafkan aku, untuk orang
yang tersayang…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar