Kamis, 17 Mei 2012

ATHEIS
18 Januari 2011

Dalam bahasa sederhananya adalah seseorang yang tidak terikat konvensi agama. Dalam hal ini ia hanya berpikir kompleks bahwa agama hanyalah sebuah ikatan yang menjadi beban dalam kehidupannya. Saya berfikir orang yang atheis hanya menggunakan otak, realitas dan fakta saja. Tapi yang saya bingung adalah pandangan atau persepsi mereka yang menganggap hidup dengan agama adalah suatu beban yang menjadi konvensi kehidupan bebasnya. Bahwa agama hanyalah sebuah ikatan yang meributkan, mengharamkan menghalalkan segala problem yang ada pada diri manusia, mereka berfikir bahwa agama hanyalah sebuah rekayasa yang memprogram manusia dan mengekang mereka dalam kebebasan berevolusi dan bereksperimen, kenapa harus susah-susah menjalankan perintah ini itu dari Tuhan, menjauhkan segala macam aspek yang menurut Tuhan itu adalah haram? Toh aku melihat kalian sibuk dalam pekerjaan saja adalah suatu hal yang membebankan pikiran kalian, kenapa harus ditambah dengan segala macam ibadah yang diwajibkan Tuhan kalian, sedang kalian sendiri kadang enggan melakukan atau menjalankan konvensi runyam itu, bukankah itu fakta?”.

Bagi kami Tuhan hanyalah sebuah keberuntungan, terlalu ribet rasanya kalau hidup harus terkekang oleh konvensi yang sering kalian ributkan itu. Berfikir secara kompleks namun pintar adalah persepsi hidup kami. Toh dengan pendidikanlah kalian dan kami bisa seperti ini, lalu apa saja sebenarnya dosa dan pahala itu bagi kalian, orang yang baik dan benar mendapatkan pahala sedang orang yang salah atau jahat mendapat dosa, bukankah sekarang banyak orang yang lebih munafik dari seekor binatang, pikirkanlah. Kalian berbuat baik seolah-olah hanyalah untuk mendapatkan ganjaran pahala dan surga yang dijanjikan Tuhan kalian, tapi bagaimana dengan kemunafikan kalian itu?. Sedang binatang hanya berbuat sesuai apa adanya, tanpa harus tahu ia mendapat pahala atau tidak. Dan kalian akan berbuat curang jika kalian terdesak dan terhimpit dengan alasan ini itu, misal saja dengan hal kecil, kalian menyontek, bukankah kalian tahu kalau menyontek itu adalah perbuatan dosa, lalu kenapa kalian menyontek, kalian bilang kalian terdesak, agama A dan B menurut kami hanyalah suatu tali atau komputer yang mengekang dan memprogram otak manusia untuk berpikir kompleks bahwa kelak mereka mati kalian akan mendapat ganjaran SURGA dan NERAKA, apa kalian yakin akan hal itu, toh aku sendiri pun masih ragu akan fakta itu. Kami memang tidak beragama tapi kami menjalankan persepsi kami mana yang menurut kami benar dan mana menurut kami salah, hanya itu, sederhana sajakan? toh kami tidak pernah menyalahgunakan konvensi yang kalian buat. Kami hidup pun secara normatif meski kebebasan adalah hal mutlak bagi kami. Tapi kebebasan kami hanyalah pada sebatas hal benar, fakta saja, itu berarti kami pun terikat oleh problem benar atau salah saja. Tapi perilaku kami seperti ini bukan karena tanpa dasar, kami pun mengakui bahwa Tuhan itu memang ada, tapi Tuhan dalam defenisi kami hanyalah sebuah keberuntungan dalam hidup. Tuhan dalam persepsi kami tidak ada ikut campur tangan akan apa yang kami lakukan toh kami tetap menjaga kebebasan kami dengan perilaku normatif dan tidak melanggar suatu konvensi manapun  baik agama atau lembaga apa saja. Kalau kalian berfikir bahwa orang yang tidak beragama akan masuk neraka. Lalu apakah orang yang sudah beragama tapi tetap melakukan kesalahan bahkan lebih kejam sepeti orang yang tidak berpendidikan dan beragama akan masuk surga, apa itu adalah salah satu fakta keji kehidupan?, dan Tuhan akan mengampuni kemunafikan mereka karena mereka beragama?. Lalu bagaimana jika orang itu beragama namun tidak seagama dengan kalian? Apa semua kebaikan yang kita buat didunia tidak ada harganya jika kita tidak beragama dan tidak seagama? sesia-sia itukah kebaikan yang kalian anggap pahala itu di mata Tuhan kalian kelak? bukankah itu seperti permainan keberuntungan atau perlombaan? jika kita kalah semua usaha yang susah payah kita lakukan akan jadi sia-sia, dan jika kita menang kita akan mendapatkan kebahagiaan. Apa Tuhan kalian akan menempatkan surga sesuai dengan agama yang kalian anut?. Apa Tuhan itu berbeda? Apa Tuhan itu banyak dan berbeda? Toh jika dalam pandangan kalian sama kenapa tidak kalian gabungkan saja jika Tuhan dalam defenisi kalian itu sama, kenapa harus kalian kotak-kotakkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar