ATHEIS
18 Januari 2011
Dalam bahasa sederhananya adalah seseorang yang tidak
terikat konvensi agama. Dalam hal ini ia hanya berpikir kompleks bahwa agama
hanyalah sebuah ikatan yang menjadi beban dalam kehidupannya. Saya berfikir orang
yang atheis hanya menggunakan otak, realitas dan fakta saja. Tapi yang saya
bingung adalah pandangan atau persepsi mereka yang menganggap hidup dengan
agama adalah suatu beban yang menjadi konvensi kehidupan bebasnya. Bahwa agama
hanyalah sebuah ikatan yang meributkan, mengharamkan menghalalkan segala
problem yang ada pada diri manusia, mereka berfikir bahwa agama hanyalah sebuah
rekayasa yang memprogram manusia dan mengekang mereka dalam kebebasan berevolusi dan bereksperimen,
kenapa harus susah-susah menjalankan perintah ini itu dari Tuhan, menjauhkan
segala macam aspek yang menurut Tuhan itu adalah haram? Toh aku melihat kalian
sibuk dalam pekerjaan saja adalah suatu hal yang membebankan pikiran kalian,
kenapa harus ditambah dengan segala macam ibadah yang diwajibkan Tuhan kalian,
sedang kalian sendiri kadang enggan melakukan atau menjalankan konvensi runyam
itu, bukankah itu fakta?”.
Bagi kami Tuhan hanyalah sebuah keberuntungan,
terlalu ribet rasanya kalau hidup harus terkekang oleh konvensi yang sering
kalian ributkan itu. Berfikir secara kompleks namun pintar adalah persepsi
hidup kami. Toh dengan pendidikanlah kalian dan kami bisa seperti ini, lalu apa
saja sebenarnya dosa dan pahala itu bagi kalian, orang yang baik dan benar
mendapatkan pahala sedang orang yang salah atau jahat mendapat dosa, bukankah
sekarang banyak orang
yang lebih munafik dari seekor binatang, pikirkanlah. Kalian berbuat baik
seolah-olah hanyalah untuk mendapatkan ganjaran pahala dan surga yang
dijanjikan Tuhan kalian, tapi bagaimana dengan kemunafikan kalian itu?. Sedang
binatang hanya berbuat sesuai apa adanya, tanpa harus tahu ia mendapat pahala
atau tidak. Dan kalian akan berbuat curang jika kalian terdesak dan terhimpit
dengan alasan ini itu, misal saja dengan hal kecil, kalian menyontek, bukankah
kalian tahu kalau menyontek itu adalah perbuatan dosa, lalu kenapa kalian
menyontek, kalian bilang kalian terdesak, agama A dan B menurut kami hanyalah
suatu tali atau komputer yang mengekang dan memprogram otak manusia untuk
berpikir kompleks bahwa kelak mereka mati kalian akan mendapat ganjaran SURGA
dan NERAKA, apa kalian yakin akan hal itu, toh aku sendiri pun masih ragu akan
fakta itu. Kami memang tidak beragama tapi kami menjalankan persepsi kami mana
yang menurut kami benar dan mana menurut kami salah, hanya itu, sederhana
sajakan? toh kami tidak pernah menyalahgunakan konvensi yang kalian buat. Kami
hidup pun secara normatif meski kebebasan adalah hal mutlak bagi kami. Tapi
kebebasan kami hanyalah pada sebatas hal benar, fakta saja, itu berarti kami pun terikat oleh
problem benar atau salah saja. Tapi perilaku kami seperti ini bukan karena
tanpa dasar, kami pun mengakui bahwa Tuhan itu memang ada, tapi Tuhan dalam
defenisi kami hanyalah sebuah keberuntungan dalam hidup. Tuhan dalam persepsi
kami tidak ada ikut campur tangan akan apa yang kami lakukan toh kami tetap
menjaga kebebasan kami dengan perilaku normatif dan tidak melanggar suatu
konvensi manapun baik agama atau lembaga
apa saja. Kalau kalian berfikir bahwa orang yang tidak beragama akan masuk
neraka. Lalu apakah orang yang sudah beragama tapi tetap melakukan kesalahan
bahkan lebih kejam sepeti orang yang tidak berpendidikan dan beragama akan
masuk surga, apa itu adalah salah satu fakta keji kehidupan?, dan Tuhan akan
mengampuni kemunafikan mereka karena mereka beragama?. Lalu bagaimana jika
orang itu beragama namun tidak seagama dengan kalian? Apa semua kebaikan yang
kita buat didunia tidak ada harganya jika kita tidak beragama dan tidak seagama?
sesia-sia itukah kebaikan yang kalian anggap pahala itu di mata Tuhan kalian
kelak? bukankah itu seperti permainan keberuntungan atau perlombaan? jika kita
kalah semua usaha yang susah payah kita lakukan akan jadi sia-sia, dan jika
kita menang kita akan mendapatkan kebahagiaan. Apa Tuhan kalian akan
menempatkan surga sesuai dengan agama yang kalian anut?. Apa Tuhan itu berbeda?
Apa Tuhan itu banyak dan berbeda? Toh jika dalam pandangan kalian sama kenapa
tidak kalian gabungkan saja jika Tuhan dalam defenisi kalian itu sama, kenapa
harus kalian kotak-kotakkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar